Bunga Acuan BI Sudah Turun, Bunga Kredit Paling Cepat Tahun Depan | Rumah Idaman di Bandung
0838 7000 6999

Bunga Acuan BI Sudah Turun, Bunga Kredit Paling Cepat Tahun Depan

Bunga Acuan BI Sudah Turun, Bunga Kredit Paling Cepat Tahun DepanFoto: Rachman Haryanto

Jakarta - Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga contoh atau BI 7days repo rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,25% dari sebelumnya 4,5%. BI mengharapkan penurunan bunga contoh mampu mendorong intermediasi perbankan dan korporasi yang ketika ini masih berkonsolidasi.

Direktur PT Bank Mayapada Internasional Tbk, Hariyono Tjahjarijadi mengatakan, penurunan suku bunga kredit dalam merespons dipangkasnya bunga contoh mampu terjadi. Namun, hal tersebut harus diiringi dengan kondisi likuiditas perbankan yang normal.

"Penurunan BI 7days repo rate mampu mendorong penurunan suku bunga dan kemungkinan suku bunga kredit mampu turun di awal tahun depan," kata Hariyono ketika dihubungi detikFinance, Sabtu (23/9/2017).

Berdasarkan suku bunga dasar kredit (SBDK) perseroan per 31 Agustus 2017, bunga kredit korporasi tercatat 11,5%, kemudian untuk bunga kredit ritel 11,8%, lalu bunga kredit mikro 13,8%, bunga kredit konsumsi KPR 11,5% dan konsumsi non KPR 11,4%.

Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Herry Sidharta mengatakan, penurunan suku bunga contoh BI diperlukan mampu diikuti dengan penurunan pada bunga kredit perbankan.

"Secara bertahap tentunya bunga kredit perbankan mampu turun," ujar dia.

Berdasarkan suku bunga dasar kredit (SBDK) perseroan per 31 Juni 2017 bunga kredit korporasi tercatat 10,25%, kemudian bunga kredit ritel 9,95%, bunga kredit konsumsi KPR 10,5% dan konsumsi non KPR 12,5%.

Ekonom The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, efek penurunan 7 days repo rate diprediksi gres dirasakan awal 2018 yakni periode Maret atau April.

Dia menjelaskan, transmisi penurunan suku bunga contoh ke bunga kredit memang cenderung lambat. Hal ini alasannya risiko penyaluran kredit ke sektor riil masih tinggi. Ini dibuktkan dari rasio kredit bermasalah per Juli yang masih di kisaran 3%.

Beberapa sektor menyerupai perdagangan NPL-nya masih di atas 4,6% lebih tinggi dari posisi Juni 2017. Kemudian untuk sektor manufaktur secara umum NPL nya 3,3%.

"Ini artinya dalam menurunkan bunga kredit bank juga akan mempertimbangkan kondisi perekonomian yang masih dalam tahap pemulihan," ujar Bhima.

Bhima menjelaskan, selain kondisi perekonomian juga ada problem dari likuiditas yang membuat suku bunga deposito turun, meskipun lambat. Sehingga akhirnya, net interset margin (NIM) atau pendapatan bunga bersih bank masih ber ada di atas 5,3%.

"Ini untuk mengkompensasi potensi tekanan likuiditas terlebih Bank Sentral AS yang tengah melaksanakan normalisasi balance sheet pada Oktober mendatang," ujarnya. Sehingga hingga awal 2018 bank masih melaksanakan konsolidasi dan menahan ekspansi.

Dari data uang beredar BI per Juli 2017 bunga kredit perbankan tercatat 11,73% lebih rendah dibandingkan periode bulan sebelumnya 11,77%.

Pertumbuhan kredit hingga Juli 2017 masih rendah, ialah 8,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Biasanya pertumbuhan kredit bank berada di atas 10%.

Sumber detik.com

Unknown

Rumah di bandung, Rumah, Jual Rumah, Perumahan, Cluster, Iklan Rumah, Komplek, Apartement, Jual Apartement